Selasa, Desember 01, 2009

mimpi

Banyak orang mengatakan, bahwa mimpi yang jadi kenyataan itu adalah hal yang paling membahagiakan. Aku ingin bilang, mempunyai mimpi saja sudah cukup membuatku bahagia. Dan ketika mimpi itu nyaris menjadi kenyataan, aku malah takut. Takut bahwa kenyataan itu kan merebut mimpiku dari dunianya.
Tak seperti semua orang, aku bermimpi. Terus bermimpi setiap hari. Bahkan saat terjaga ku terus bermimpi. Aku memimpikan alam, jagat raya, seluruh planet dan satelitnya, memimpikan daun, bunga, debu, plastik, taman, gunung, selat, hidrokarbon, gugus karbonil, bahkan seluruh unsur radioaktif yang belum ditemukan ku sudah memimpikannya.
Aku juga memimpikan cinta.
Aku memimpikan semua yang kucintai juga mencintaiku. Keinginan penuh harap yang menggelikan, karena ku juga tau tak semua cinta itu nyata. Memangnya apa itu cinta?. Siapa yang membahasakannya?. Siapa yang berani mendefinisikannya?.
Benarkah saat seseorang menemukan cinta, maka dia akan bisa tertawa?
Aku bermimpi, mimpiku jadi nyata. Dan saat ku terbangun, benakku menerjemahkan setiap fase dalam kehidupanku adalah suatu kenyataan yang terenggut dari dunia mimpiku.

Minggu, November 08, 2009

Ayah....

Hari ini
kulihat kau disemua tempat
di sofa depan, dengan kaki rapuhmu yang disilangkan
di ruang tengah, depan televisi, dengan tawamu yang membahana
di kamar, lengkap dengan selembar koran, dan sepasang kacamata
depan komputer, dengan game solitaire di layar
Aku bahkan nyaris mendengar suara batukmu (lagi)
Ah....betapa besar kekuatan rindu itu
membuat sesuatu yang tak ada menjadi ada
membuat sesuatu yang tak nyata menjadi nyata
membuat sesuatu yang tak hidup menjadi hidup
Tuhan...ampuni aku, karena masih menginginkannya ada disisiku
kumohon, perbolehkanlah ia hidup dihatiku
meski hanya dihatiku.............

Senja

Semua dalam senja menerbitkan rindu
kicau burung senja hari membuatku rindu suaranya
langit senja mengingatkanku betapa teduh tatapannya
udara senja membiusku dalam kenangan sejuk cintanya
Seperti dia... Senja
Parade indah warna dalam satu bingkai wajah yang meneduhkan
Ketika,
Pada saatnya nanti senja pun pergi
berganti malam
sepi.........
yang tersisa hanya rindu


(dedicated to my beloved dad)

Sabtu, November 07, 2009

Wish you're here Dad......

Ketika terbangun di pagi hari, ku menyaksikan diriku sendiri yang semakin dewasa. Orang dewasa dengan segudang permasalahannya. Kembali mengalamai insomnia lokal, karena pikiran yang bertumpuk tak membiarkan kantuk menyerang. Aku teringat padamu papa.... Jika kau ada disini, saat ini, apakah kau akan membiarkannku menjalaninya sendiri?
Semakin teringat padamu, aku jadi semakin melakolis. Butiran air melesat dipipiku tanpa diundang. Sedikit saja kenangan tentangmu hadir, mataku otomatis memproduksi air yang tak bisa ku tahan keluar dari pelupuk mata. Salahkah jika aku kangen padamu papa?, setiap hari merindukan dirimu, menginginkan hadirmu walau hanya dalam bentuk bayang-bayang....
Aku memikirkan dirimu disana, di tempatmu sekarang. Dan kemudian menyadari betapa bodohnya diriku, karena menghawatirkan seseorang yang telah dijaga oleh Sang Maha Penjaga. DIA tentu akan menyayangimu lebih daripada aku menyayangimu.
Tapi saat-saat ini aku sangat membutuhkanmu papa. Membutuhkan kata-katamu yang biasanya solusi dari segala masalah. Membutuhkan kasih sayangmu lebih daripada biasanya. Siapakah yang akan mencukupkan itu padaku saat ini pa?........

Kamis, November 05, 2009

perjalanan Observasi Lapangan



Kemarin, Balai Diklat Keagamaan Manado berkesempatan menyelenggarakan OL atau Observasi Lapangan bagi peserta Diklat Peningkatan Kualitas Kepemimpinan Kepala KUA Angk. II. OLnya mengambil lokasi di KUA Kec. Kauditan Minahasa Utara. Gak usah dibahas mengenai apa OL itu atau bagaimana mekanismenya yah... Suerr dech, bikin boring, hehe... Bahas yang asik-asik aja dech. Jalan-jalan dengan para Kepala KUA tuh ternyata seru ya. Lucu.... Sepanjang perjalanan Manado-Kauditan yang panjang terasa menyenangkan karena ada-ada saja ocehan lucu dari para peserta. Bus tua sewaan yang non-AC pun disulap seperti bus pariwisata yang nyaman lengkap dengan pemandu wisatanya, karena ada salah seorang peserta yang bertindak seolah-olah guide lokal. Sampai di tempat tujuan pun, tak henti ulah dari para pejabat nikah ini yang menerbitkan senyum.
Akhirnya, setelah selesai dengan tetek bengek urusan OL, para peserta membujuk panitia supaya dapat berekreasi sejenak di tempat wisata. Tempat wisata tujuan tak lain adalah Pantai Malalayang yang dekat dengan pusat kota.

Rabu, Oktober 28, 2009

Panitia Prajab????, Capekk euyy...




Alhamdulillah..........akhirnya Diklat Prajabatan Reguler berakhir sudah. Ritual sebagai panitia prajab, such as: bangun pagi buat kegiatan subuh, teriak-teriak di lapangan sebelum kiban datang, abis itu pasang tampang seram di kelas, semuanya juga usai sudah. Yang tersisa dari semuanya, lelah, capek, tambah teman, tambah kenalan, dsb.

Kamis, Oktober 22, 2009

met ultah mama sayang..........

jikalau ada orang bertanya, siapakah orang yang paling kucintai melebihi diriku sendiri di dunia ini
seseorang yang posisinya kutempatkan setelah Tuhan penciptaku dihatiku
seseorang itu kupanggil mama....
seseorang yang kurindukan suaranya, bahkan ketika ia sedang marah
seseorang yang matanya serupa butiran mutiara saat menatapku
seseorang yang sayang padaku, mungkin melebihi dirinya sendiri
ia, dengan cintanya yang tak egois,
mampu membagi tiga cintanya, tepat sama,
untukku, untuk kakakku, dan untuk adikku
karena bila cintanya dibagi, takkan berkurang, malah berlipat ganda
mamaku.....mama yang paling baik di seluruh dunia
bahkan ketika kami mulai beranjak dewasa
tak pernah cintanya berkurang
yang menempatkan ia pada posisi tertinggi sejajar matahari, bulan, dan bintang
ia bahkan lebih indah daripada Tajmahal
ia lebih anggun daripada lukisan dewa dewi
jauh lebih mahal daripada permata manapun yang pernah ada
ketika menatapnya ku seakan menatap segunung cinta
di matanya ada cinta,
di bibirnya ada cinta,
di hatinya ada cinta.............
dan khusus bagiku, ia adalah cinta
selamat ulang tahun mamaku sayang......
semoga Allah Yang Maha Kuasa memberimu umur yang lebih panjang
sehingga cintamu yang kugenggam, dapat menjagaku lebih lama
walau ku takkan sanggup membayarnya lunas, bahkan dengan apapun yang kupunya, sebanyak apapun waktu yang kumiliki

Selasa, Oktober 20, 2009

BDK Manado, tetap jaya !!!!........


19 Februari 2008. Pertama kali ku menginjakkan kaki di kantor ini sebagai seorang pegawai baru. Pegawai baru yang masih ingusan lah istilahnya. belum tahu apa-apa, belum kenal siapa-siapa. Waktu itu ku masih berteman dengan bisu, masih malu-malu lah....hehe. Duduk diam di meja yang telah disediakan, sesekali senyum-senyum simpul pada orang-orang yang lewat. Ihh....lucu. Seiring waktu, banyak yang telah kualami selama setahun lebih ku tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil di Balai Diklat Keagamaan Manado. Ada tawa, canda, hura-hura, tangis, kesal, jengkel, marah, dsb... Wajarlah kalau hubungan yang terjalin antara sesama rekan kerja melibatkan begitu banyak emosi. Kalau dipikir, kita bahkan sudah seperti saudara saja. Dalam seminggu, ada sekitar tiga kali nginap di kantor. Bahkan hari minggu saat orang lain menghabiskan waktu dengan bersantai bersama keluarga di rumah, kami masih bergulat dengan kegiatan diklat yang padat dan tak henti-hentinya. Tentu saja hal tersebut membawa rezeki tersendiri bagi kami, dan itu harusnya patut untuk disyukuri.
Komunikasi yang efektif juga bukan hanya terjalin antara pegawai, tetapi juga dengan para peserta diklat yang jumlahnya ribuan. Bayangkan, dalam selang waktu 10 hari, kami menerima sekitar 120-an peserta dari 3 Provinsi : Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Gorontalo. Para peserta datang silih berganti. Bahkan, seringkali aku disapa seseorang di jalan, yang ternyata adalah alumni diklat di BDK Manado.
Otomatis, Kantor kami bukan hanya sekedar kantor. Tapi kami sudah menganggapnya sebagai rumah kedua. Semua elemen sumber daya manusia disini adalah saudara, tetangga, teman yang setiap hari ditemui. Wah, pokoknya kerja di Balai Diklat Keagamaan Manado merupakan suatu pengalaman berharga yang memberikan pelajaran padaku tentang kehidupan.
Viva BDK Manado.....!!!!

my favourite author

The chief proof of man's real greatness lies in his perception of his own smallness. (Sir Arthur Conan Doyle)

break after....

"Before you, Bella, my life was like a moonless night. Very dark, but there were stars—points of light and reason… and then you shot across my sky like a meteor. Suddenly everything was on fire; there was brilliancy, there was beauty. When you were gone, when the meteor had fallen over the horizon, everything went black. Nothing had changed, but my eyes were blinded by the light. I couldn’t see the stars anymore. And there was no more reason for anything."
Edward to Bella (The Twilight Saga)

Hot Topic : Sakit Kepala

entah, apakah ini tanda-tanda kelemahan seorang manusia biasa yang selalu bisa merasakan sakit. nyut-nyut rasanya... nyut....nyut...nyut... aduh, gak tertahankan. di tengah-tengah pekerjaan yang makin lama makin numpuk, deadline penutupan diklat yang kian hari kian dekat, makin memperparah situasi dan kondisi.
kecurigaan awalku, sakit kepala ini bermusabab dari kebiasaanku yang mempekerjakan mata tanpa henti. pada tiga puluh tujuh setengah jam kerja selama seminggu, sembilan puluh persen diantaranya mataku berhadapan dengan layar komputer. bukan waktu kerjapun, tak henti ku menyiksa mataku. saat senggangku biasanya kuhabiskan untuk baca buku yang tebalnya beratus-ratus halaman. lelah membaca buku, kuhidupkan laptop, pasang modem, surfing internet sampai lupa waktu. tak cukup sampai disitu saja. ketika mulutku menguap, tanda ngantuk menyerang, tak lupa ku menyempatkan diri mengutak-atik handphone dengan layarnya yang kecil, hanya sekedar ingin melihat sms-sms lucu atau menyenangkan.
akhirnya, mataku menyerah, iapun memberontak. menyerang sel-sel pertahananku di lain sisi. ku ingin berdamai dengan mataku, ingin menyayanginya lagi. kalo bisa ingin kubelikan teman untuknya. sebuah kacamata mungil mungkin....

Minggu, Oktober 18, 2009

Bersabarlah, kekasihku.......

Bersabarlah, kekasihku...
itu yang dituntut waktu padamu
ketika duniamu kini berselubung harap, berselimut cemas
ketika senyap seakan menjadi palung dalam lautan penantianmu
aku tau kau bisa, menjadi ksatria
seperti rumput yang setia mendamba hujan, tak berhenti dan layu seperti bunga saat guyurannya tak kunjung datang
kaulihat, semua dalam semesta tunduk dalam proses
bahkan alam yang mahadahsyat patuh dan sabar pada setiap takdirNYA
selalu husnudzhan padaNYA
aku ingin kau seperti itu,
karena dalam proses itulah yang menjadikan semua indah pada waktunya
jika sabarmu disinonimkan setia
kau pasti bisa mengalahkan kesetiaan bulan pada bumi
dalam kesetiaanmu itu kau kan menemukan cinta,
seperti cinta bumi pada bulan
jangan menyerah dan kalah ketika semua orang menganggapmu lemah
seperti semangat Harun Yahya dengan Teori Penciptaannya meruntuhkan Teori Evolusi Darwin yang selama ini gagah berkuasa
kau harus seperti itu kekasihku, tegar
suatu saat nanti kau kan menemukan perahu dan membawaku berlayar menuju pantai kebahagiaan
menambatkannya dengan tali cinta dan kasih sayang
kita... kau dan aku
akan menunggu saat itu tiba

Kamis, Oktober 08, 2009

Happy Anniversary..........

Hari ini, 2 tahun yang lalu....

Rabu, Oktober 07, 2009

Lady Rain

Hujan lagi....brewwww, suasananya jadi mellow nich.. sayang setting n latar belakangnya gak mendukung. secara, nih lagi jaga kelas. lagi diskusi, pesertanya pada gak semangat lagi....
Aku jadi teringat novel yang kusuka, judulnya The Twilight Saga. Ceritanya berlatarbelakang di Forks, Washington, USA. katanya di daerah itu suhu paling panas 15 derajat celcius.. jadi tiap hari tuh ujan terus. enak kali yaa, kalo tiap hari ujan. tapi gak pake banjir lho...
serasa jadi lady rain.......

feel sleepy.....


aduh, aku ngantuk nich...sesuatu hal yg patut dihindari terutama dalam masa-masa piket seperti ini. yaah, mungkin karena tadi malam nontonnya sampai larut, gini dech konsekwensinya. mana lapar lagi, tadi pagi gak sarapan. kalo jam segini cari makan susah, apalagi sedang jaga kelas....
waduuh........gimana yahhh???

sesuatu???

apa yaa......
brand new day, brand new hope........
duniaku ceria lagi, kuncup pun merekah lagi...ceiyee, puitis oldiest banget. kekosongan hatiku kembali terisi, seiring jantungku yang kembali berdetak. entah, sesuatu itu menjadi "alasan" bagiku untuk tertawa. seakan tanpa "sesuatu" itu ada, hatiku kaku. Kronis. menjadi kebutuhan terpenting selain oxygen bagi paru-paruku, nikotin dalam candu, dan sebagainya...
kini aku lengkap, tertawa, menangis, hidup....

Senin, Oktober 05, 2009

Girl like me........

Sepertinya,
tak ada yang gampang
yang gampang hanya membuat lubang, terlebih di dalam hati
why do people always feel like that?
tak tahukah mereka rongga itu nantinya akan bercabang?
khususnya, for a girl like me.......

circle

berputarlah.....berputar hai sang bola kecil
berputarlah.....berputar seperti komedi putar
senyumlah, senyumlah dalam siklus putaranmu
seakan-akan itu bisa membuatmu tersenyum
cerialah.....cerialah hai dikau gadis
seperti kerlip bintang yang menari-nari di langit
seperti hawa panas yang memerahkan
seperti sang bulan yang ayu
walaupun kau takkan pernah menjadi seperti itu

my life.....my true heart

kembali berkutat pada kesibukan, atau lebih tepatnya menghindar dengan mengatasnamakan "sibuk". entah mengapa, menghindar seakan telah menjadi bagian hidupku. kata itu telah mendarah daging, menancap kokoh seperti tancapan otot pada tulang. aku menghindar dari segala hal di dunia ini, dari semua orang, dari semua sebab...aku bahkan menghindar dari diriku sendiri. aku tak sanggup beretorika dengan pikiranku. pertanyaan-pertanyaan berturut-turut muncul tanpa ada jawaban. menghindar lebih baik, jauh lebih baik.
Dia menciptakanku lemah, selemah jiwaku. dalam pikiranku aku menciptakan dunia yang penuh kata "seakan-akan" atau "sepertinya"......
yang sebenarnya, aku menghindar dari kekecewaan......

Sabtu, Oktober 03, 2009

counting down


aku menghitung hari, bukan...menghitung jam, bahkan detik. tiga ribu detik lagi menuju hari esok. hari esok yang tak pasti apakah ku akan bahagia atau tidak. aku menghitung detik untuk menghindar dari keharusan menata hatiku. aku menghitung detik agar tak ada satu detikpun yang lolos untuk membuat pikiranku melanglangbuana entah kemana... berpikir kepada entah siapa...
detik-detik bagaikan jarum yang menusuk-nusuk bagian terdalam hatiku, sakit....
sesaat aku merasa tak punya apa-apa, tak punya siapa-siapa
otakku memutar membentuk suatu bangun tetrahedron tak kasat mata. aku kalut. aku sepi.
detik-detik menyiksaku dalam tiap ketukannya
dan saat itu tiba, aku tak sanggup mengangkat muka.........

alibi


dan ketiadaan kembali melandaku. seakan merongrong dan menerorku sebagai seorang penjahat. aku tak punya alibi, hanya bersembunyi di lorong waktu. kepengecutanku membuatku makin garang berlari dan beralih. aku ingin bermetamorfosa. bukannya untuk menjadi indah, tapi agar semua yang kukenal tak mengenalku lagi. aku bahkan ingin jadi duri pada mawar saat mereka menemukanku. aku ingin punya alibi.

hari ini


biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa pada awal hari. dimulai dengan kegiatan sebagai panitia yang melelahkan, latihan kesegaran jasmani dengan peserta diklat prajabatan. kalo dipikir-pikir, hidupku ini berkutat pada rutinitas yang itu-itu saja. sesekali, ada juga riak-riak kecil yang muncul. tapi kebanyakan garis hidupku adalah sebuah kurva linear yang lurus panjang... bukan bermaksud untuk mengeluh panjang lebar, kupikir hidupku ini asyik-asyik aja koq... tapi, sesekali boleh juga kan membayangkan something awesome terjadi, hehehe...... Peace...

Jumat, Oktober 02, 2009

surat tidak terkirim untuk kekasih

mengapa cuaca bisa begitu panas?
senada dengan suasana hatiku saat ini
mungkin berkompromi melawan dingin yang bisa membekukan hati yang kesal
semoga ini sementara
karena ku tak ingin kesal selamanya
aku mencintaimu, semua juga tau.......
kumohon bersikaplah baik padaku, kutahu kau juga mencintaiku
kita berdua adalah takdir
namun sebagai takdir juga bisa saling menyakiti
saling membuat kesal, atau apapun juga
tapi aku mencintaimu....

amarah

aku tidak bermaksud menyakitimu, tapi aku juga manusia
aku punya amarah
amarah yang terkadang meluap-luap dengan begitu tiba-tiba
amarah yang muncul saat ketersinggunganku juga muncul
ketersinggunganku sebagai manusia, bukan malaikat kecilmu yang selalu tersenyum
namun hanya itu, sungguh......
tak ada emosi negatif lain, hanya amarah
bukan benci, bukan pula bosan

Senin, September 28, 2009

sejuta cinta

Kau tahu, kau tak pernah mengatakan mencintaiku

Yang kau berikan padaku lebih dari sekedar kata-kata

Yang kau berikan padaku adalah tanganmu untuk meraihku saatku jatuh, bahumu sebagai sandaran akan tangisku, suaramu yang lantang membelaku ketika seluruh dunia memusuhiku, dan hatimu yang hangat akan cinta seorang ayah……

Aku ingat pada suatu masa, ketika aku kehilangan sebuah benda milikku. Waktu itu aku menangis dalam penyesalan akan kecerobohanku. Dan kau, dengan suaramu yang berat, mengatakan padaku bahwa tidak ada sesuatupun di dunia ini yang kekal, semua hanya titipan. Dengan ringkas kau kutip pula ayat-ayat Al Quran penyejuk hati, dan mengajarkanku tentang indahnya ikhlas.

Ayah….aku mengenalmu sangat.

Aku mengenalmu sejak pertama kali ku belajar mengeja. Saat kata-kata belum mampu kuucap, aku sudah tahu bahwa aku mencintaimu.

Aku selalu mengingatmu, kau dalam balutan kain sarungmu yang kau pakai selalu. Kau dengan langkah beratmu, dan suara batukmu. Kau dengan senyum yang selalu menganggap semua penyakit yang menderamu adalah sebuah lelucon. Bahkan tak pernah kulihat kau menangisi penyakitmu yang menahun. Kau hanya menangis ketika saudaraku, salah seorang putrimu, beradu nyawa di Rumah Sakit. Proses melahirkan yang rumit membuatnya dalam kondisi kritis. Dan kulihat kau menangis diujung ruang. Berdoa dan memohon kepada Sang Ilahi untuk kesembuhannya. Tangismu membuatku rapuh, rapuh dalam keharuan. Dan pada saat itu ku menyaksikan tidak ada lagi cinta di dunia ini yang melebihi cinta orang tua pada anaknya.

Kau memang tak pernah mengatakan mencintaiku

Tapi lebih dari kata,

Kau telah memberikan sejuta cinta untukku…….

Selasa, September 01, 2009

a piece of hope

Aku berdoa untukmu...
saat kau tak lagi bisa menyapaku
saat kau tak lagi bisa memberikan senyummu yang termanis padaku
saat kau tak lagi bisa menghiburku kala ku sedih
saat kau tak lagi bisa merangkulku kala ku lemah
saat kau tak lagi ada disisiku....
Aku selalu mengingatmu
saat ku tak lagi bisa menangis di pangkuanmu
saat ku tak lagi bisa berkeluh kesah tentang dukaku
saat ku tak lagi bisa memandang wajahmu yang berkilau di mataku
Aku kan slalu mengingatmu
mencari sosokmu dalam setumpuk kenangan masa laluku
mengumpulkan potongan - potongan episode terindah dan merangkaikannya menjadi sebuah memoar termanis dalam hidupku
Aku kan selalu berdoa untukmu papa...
Berdoa semoga Allah SWT menjagamu saat ku tak lagi bisa menjagamu
Semoga IA melapangkan kuburmu
Semoga IA mengampuni segala dosamu
Semoga IA menyisakan tempat yang baik untukmu di surgaNYA
Aku selalu berdoa papa
Selalu...setiap waktu

Kamis, Agustus 27, 2009

Seseorang yang bersedih hari ini

Seseorang itu adalah kau, yang bersedih hari ini. Wajahmu menyiratkan luka yang mendalam. Sepertinya tak pernah ada cinta yang menyentuhmu. Namun sesungguhnya kau punya cinta. Banyak cinta. Dari samping kirimu, atau samping kananmu........
Mengapa kau bersedih hari ini? Sementara mentari bersinar untuk menghiburmu, agar wajahmu merona merah karena cahayanya. Bahkan sang hujan enggan turun, tak ingin membuatmu muram dengan mendungnya......
Hari ini dunia sedang berbahagia, menyambut datangnya fajar Ramadhan. Kau tetap tak beranjak dari dukamu, entah sampai kapan...

Senin, Januari 05, 2009

Here i am, Lost... In the middle of nowhere...


Sang Putri terpana, terpesona dalam hening yang pekat. Menatap pilu setiap gumpalan hitam yang menyolok menyesakkan dada. Sejauh mata memandang hanyalah hitam dan kelam. Seakan ruang ini tercipta untuk hangus. Seakan dewa baru saja murka dan membakar habis asa dan rasa.... Seakan ciptaan Tuhan ini hanyalah sepotong prosa tanpa makna...
Putri terdiam, merenung, mendapati sisi lain dari bebatuan hitam ini. Menemukan sesungguhnya bahwa ini adalah sebuah keindahan, keindahan yang abstrak...
Yah, Tuhan memang puitis. IA bahkan tak perlu kata-kata untuk melantunkan puisi. Semua ciptaanNYA bahkan lebih indah dari karya sastra manapun yang pernah ada...
Puteri tersenyum lebar,merasa beruntung bisa menjadi bagian dari suatu bentuk metafora indah dari Sang Pencipta