
19 Februari 2008. Pertama kali ku menginjakkan kaki di kantor ini sebagai seorang pegawai baru. Pegawai baru yang masih ingusan lah istilahnya. belum tahu apa-apa, belum kenal siapa-siapa. Waktu itu ku masih berteman dengan bisu, masih malu-malu lah....hehe. Duduk diam di meja yang telah disediakan, sesekali senyum-senyum simpul pada orang-orang yang lewat. Ihh....lucu. Seiring waktu, banyak yang telah kualami selama setahun lebih ku tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil di Balai Diklat Keagamaan Manado. Ada tawa, canda, hura-hura, tangis, kesal, jengkel, marah, dsb... Wajarlah kalau hubungan yang terjalin antara sesama rekan kerja melibatkan begitu banyak emosi. Kalau dipikir, kita bahkan sudah seperti saudara saja. Dalam seminggu, ada sekitar tiga kali nginap di kantor. Bahkan hari minggu saat orang lain menghabiskan waktu dengan bersantai bersama keluarga di rumah, kami masih bergulat dengan kegiatan diklat yang padat dan tak henti-hentinya. Tentu saja hal tersebut membawa rezeki tersendiri bagi kami, dan itu harusnya patut untuk disyukuri.
Komunikasi yang efektif juga bukan hanya terjalin antara pegawai, tetapi juga dengan para peserta diklat yang jumlahnya ribuan. Bayangkan, dalam selang waktu 10 hari, kami menerima sekitar 120-an peserta dari 3 Provinsi : Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Gorontalo. Para peserta datang silih berganti. Bahkan, seringkali aku disapa seseorang di jalan, yang ternyata adalah alumni diklat di BDK Manado.
Otomatis, Kantor kami bukan hanya sekedar kantor. Tapi kami sudah menganggapnya sebagai rumah kedua. Semua elemen sumber daya manusia disini adalah saudara, tetangga, teman yang setiap hari ditemui. Wah, pokoknya kerja di Balai Diklat Keagamaan Manado merupakan suatu pengalaman berharga yang memberikan pelajaran padaku tentang kehidupan.
Viva BDK Manado.....!!!!
Komunikasi yang efektif juga bukan hanya terjalin antara pegawai, tetapi juga dengan para peserta diklat yang jumlahnya ribuan. Bayangkan, dalam selang waktu 10 hari, kami menerima sekitar 120-an peserta dari 3 Provinsi : Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Gorontalo. Para peserta datang silih berganti. Bahkan, seringkali aku disapa seseorang di jalan, yang ternyata adalah alumni diklat di BDK Manado.
Otomatis, Kantor kami bukan hanya sekedar kantor. Tapi kami sudah menganggapnya sebagai rumah kedua. Semua elemen sumber daya manusia disini adalah saudara, tetangga, teman yang setiap hari ditemui. Wah, pokoknya kerja di Balai Diklat Keagamaan Manado merupakan suatu pengalaman berharga yang memberikan pelajaran padaku tentang kehidupan.
Viva BDK Manado.....!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar