entah, apakah ini tanda-tanda kelemahan seorang manusia biasa yang selalu bisa merasakan sakit. nyut-nyut rasanya... nyut....nyut...nyut... aduh, gak tertahankan. di tengah-tengah pekerjaan yang makin lama makin numpuk, deadline penutupan diklat yang kian hari kian dekat, makin memperparah situasi dan kondisi.
kecurigaan awalku, sakit kepala ini bermusabab dari kebiasaanku yang mempekerjakan mata tanpa henti. pada tiga puluh tujuh setengah jam kerja selama seminggu, sembilan puluh persen diantaranya mataku berhadapan dengan layar komputer. bukan waktu kerjapun, tak henti ku menyiksa mataku. saat senggangku biasanya kuhabiskan untuk baca buku yang tebalnya beratus-ratus halaman. lelah membaca buku, kuhidupkan laptop, pasang modem, surfing internet sampai lupa waktu. tak cukup sampai disitu saja. ketika mulutku menguap, tanda ngantuk menyerang, tak lupa ku menyempatkan diri mengutak-atik handphone dengan layarnya yang kecil, hanya sekedar ingin melihat sms-sms lucu atau menyenangkan.
akhirnya, mataku menyerah, iapun memberontak. menyerang sel-sel pertahananku di lain sisi. ku ingin berdamai dengan mataku, ingin menyayanginya lagi. kalo bisa ingin kubelikan teman untuknya. sebuah kacamata mungil mungkin....
kecurigaan awalku, sakit kepala ini bermusabab dari kebiasaanku yang mempekerjakan mata tanpa henti. pada tiga puluh tujuh setengah jam kerja selama seminggu, sembilan puluh persen diantaranya mataku berhadapan dengan layar komputer. bukan waktu kerjapun, tak henti ku menyiksa mataku. saat senggangku biasanya kuhabiskan untuk baca buku yang tebalnya beratus-ratus halaman. lelah membaca buku, kuhidupkan laptop, pasang modem, surfing internet sampai lupa waktu. tak cukup sampai disitu saja. ketika mulutku menguap, tanda ngantuk menyerang, tak lupa ku menyempatkan diri mengutak-atik handphone dengan layarnya yang kecil, hanya sekedar ingin melihat sms-sms lucu atau menyenangkan.
akhirnya, mataku menyerah, iapun memberontak. menyerang sel-sel pertahananku di lain sisi. ku ingin berdamai dengan mataku, ingin menyayanginya lagi. kalo bisa ingin kubelikan teman untuknya. sebuah kacamata mungil mungkin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar