Kau tahu, kau tak pernah mengatakan mencintaiku
Yang kau berikan padaku lebih dari sekedar kata-kata
Yang kau berikan padaku adalah tanganmu untuk meraihku saatku jatuh, bahumu sebagai sandaran akan tangisku, suaramu yang lantang membelaku ketika seluruh dunia memusuhiku, dan hatimu yang hangat akan cinta seorang ayah……
Aku ingat pada suatu masa, ketika aku kehilangan sebuah benda milikku. Waktu itu aku menangis dalam penyesalan akan kecerobohanku. Dan kau, dengan suaramu yang berat, mengatakan padaku bahwa tidak ada sesuatupun di dunia ini yang kekal, semua hanya titipan. Dengan ringkas kau kutip pula ayat-ayat Al Quran penyejuk hati, dan mengajarkanku tentang indahnya ikhlas.
Ayah….aku mengenalmu sangat.
Aku mengenalmu sejak pertama kali ku belajar mengeja. Saat kata-kata belum mampu kuucap, aku sudah tahu bahwa aku mencintaimu.
Aku selalu mengingatmu, kau dalam balutan kain sarungmu yang kau pakai selalu. Kau dengan langkah beratmu, dan suara batukmu. Kau dengan senyum yang selalu menganggap semua penyakit yang menderamu adalah sebuah lelucon. Bahkan tak pernah kulihat kau menangisi penyakitmu yang menahun. Kau hanya menangis ketika saudaraku, salah seorang putrimu, beradu nyawa di Rumah Sakit. Proses melahirkan yang rumit membuatnya dalam kondisi kritis. Dan kulihat kau menangis diujung ruang. Berdoa dan memohon kepada Sang Ilahi untuk kesembuhannya. Tangismu membuatku rapuh, rapuh dalam keharuan. Dan pada saat itu ku menyaksikan tidak ada lagi cinta di dunia ini yang melebihi cinta orang tua pada anaknya.
Kau memang tak pernah mengatakan mencintaiku
Tapi lebih dari kata,
Kau telah memberikan sejuta cinta untukku…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar