Banyak orang mengatakan, bahwa mimpi yang jadi kenyataan itu adalah hal yang paling membahagiakan. Aku ingin bilang, mempunyai mimpi saja sudah cukup membuatku bahagia. Dan ketika mimpi itu nyaris menjadi kenyataan, aku malah takut. Takut bahwa kenyataan itu kan merebut mimpiku dari dunianya.
Tak seperti semua orang, aku bermimpi. Terus bermimpi setiap hari. Bahkan saat terjaga ku terus bermimpi. Aku memimpikan alam, jagat raya, seluruh planet dan satelitnya, memimpikan daun, bunga, debu, plastik, taman, gunung, selat, hidrokarbon, gugus karbonil, bahkan seluruh unsur radioaktif yang belum ditemukan ku sudah memimpikannya.
Aku juga memimpikan cinta.
Aku memimpikan semua yang kucintai juga mencintaiku. Keinginan penuh harap yang menggelikan, karena ku juga tau tak semua cinta itu nyata. Memangnya apa itu cinta?. Siapa yang membahasakannya?. Siapa yang berani mendefinisikannya?.
Benarkah saat seseorang menemukan cinta, maka dia akan bisa tertawa?
Aku bermimpi, mimpiku jadi nyata. Dan saat ku terbangun, benakku menerjemahkan setiap fase dalam kehidupanku adalah suatu kenyataan yang terenggut dari dunia mimpiku.